<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mewmiong's Weblog</title>
	<atom:link href="http://mewmiong.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mewmiong.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 13:20:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mewmiong.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fef283ad5f7a86f20a56ea49b3e34320?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Mewmiong's Weblog</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mewmiong.wordpress.com/osd.xml" title="Mewmiong&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mewmiong.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tanpa kopi ? #2</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2011/11/17/tanpa-kopi-2/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2011/11/17/tanpa-kopi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 09:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=556</guid>
		<description><![CDATA[Angka 1 Sehari berikutnya, setelah kesepakatan untuk mengajukan banding soal vonis pengurangan minum kopiku, aku masih belum berhasil membuat surat banding yang tepat yang kiranya bisa meringankan atau setidaknya adil kubilang. Vonis itu tidak adil menurutku, karena aku harus mengurangi kopi sedangkan kamu tidak dengan rokokmu. Kuhentikan sejenak rancangan membuat surat banding itu, toh masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=556&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Angka 1</p>
<p>Sehari berikutnya, setelah kesepakatan untuk mengajukan banding soal vonis pengurangan minum kopiku, aku masih belum berhasil membuat surat banding yang tepat yang kiranya bisa meringankan atau setidaknya adil kubilang. Vonis itu tidak adil menurutku, karena aku harus mengurangi kopi sedangkan kamu tidak dengan rokokmu.</p>
<p>Kuhentikan sejenak rancangan membuat surat banding itu, toh masih cukup banyak waktu. Masih seperti malam-malam sebelumnya, kita kembali terlibat dalam percakapan di ponsel tengah malam. Teori konspirasi yang tiba-tiba kau paparkan cukup menarik untuk tema bahasan kita malam ini.</p>
<p>&#8220;Ngomong-ngomong soal teori konspirasi. Seharusnya, para penggede itu bisa memanfaatkan situasi. Membayar agen ganda misalnya,&#8221; katamu.</p>
<p>Ya, kami sedang membahas soal persaingan dua perusahaan yang semakin sengit karena ulah beberapa oknum di masing-masing perusahaan itu yang akhirnya menyeret persoalan atas nama lembaga.</p>
<p>&#8220;Oknum semacam itu seharusnya diberdayakan, untuk bisa masuk ke pesaingnya dan menjadi sumber informasi kedua pihak,&#8221; katamu.</p>
<p>Kau mulai memaparkan skenario buatanmu.</p>
<p>&#8220;Misalnya, si oknum, sebut saja Bung. Ia harus disetting untuk seakan-akan dibuang oleh perusahaannya kini. Dengan catatan, isu itu harus sangat panas hingga orang-orang di dalam perusahaan itu benci sama Bung. Lalu, dengan dalih kecewa, si Bung ini mendaftar di perusahaan pesaing. Bung harus bisa memaparkan kekecewaannya terhadap perusahaan yang lama dan seolah menjadi sumber informasi untuk perusahaan pesaing,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Seperti tokoh Milady De Winter yang ada di film Three Musketeer,&#8221; aku berkomentar.</p>
<p>&#8220;Lalu, ketika perusahaan pesaing itu menerima Bung untuk bekerja di perusahaan itu, Bung akan menjadi sumber info untuk perusahaannya yang lama,&#8221; lanjutmu.</p>
<p>&#8220;Sosok Bung harus yang kontroversial,&#8221; aku menambahi.</p>
<p>&#8220;Skenario ini tidak cuma bergantung pada si Bung, tokoh utama agen ganda. Tapi juga, petinggi perusahaan. Harus ada pemimpin yang licik yang punya power dan mampu menyingkirkan orang yang tak sepaham dengannya,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Skenario ini juga tak akan berjalan kalau tidak ada yang memulai untuk memaparkan ide. Seharusnya, tokoh figuran harus ada. Dia harus bisa masuk dan memaparkan ide awal soal konspirasi ini. Orang yang punya kemampuan bahasa yang provokatif tapi persuasif. Dan seharusnya, orang itu kamu,&#8221; kataku sambil tertawa.</p>
<p>&#8220;Aku itu sinis. Tukang sindir yang dingin. Kata temanku dulu,&#8221; kamu ngeles.</p>
<p>&#8220;Bukan. Kamu itu manusia sengak. Kata temanmu sekarang,&#8221; kataku.</p>
<p>&#8220;Hahaha&#8230;dia merasa aku sengak itu karena aku terlalu jujur,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Skenario ini agaknya tidak bisa selesai dalam semalam. Besok kita lanjutkan. Aku ngantuk,&#8221;kataku.</p>
<p>Lalu kau mulai menghitung..tiga..lima..tujuh..sembilan..</p>
<p>&#8220;Ayo tidur, malah ngitung angka ganjil,&#8221; kataku.</p>
<p>&#8220;Kurang tepat. Itu bilangan prima,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Sayang, bilangan prima itu mulai dari angka dua bukan tiga,&#8221; kataku.</p>
<p>&#8220;Tidak sayang, bilangan prima itu dimulai dari angka tiga. Dua itu genap,&#8221;sanggahmu.</p>
<p>&#8220;Tapi, tidak semua bilangan ganjil itu bilangan prima. Bilangan prima itu bilangan yang lebih dari satu dan tidak bisa dibagi kecuali angka itu sendiri,&#8221;jawabku.</p>
<p>&#8220;Kenapa satu nggak masuk? Kenapa dia tersisihkan? Itu tidak adil. Berarti bilangan prima itu bilangan sesat. Tidak mengakui keesaan,&#8221; katamu.</p>
<p>Sebentar&#8230;aku mulai berpikir jawaban yang tepat untuk tanyamu itu.</p>
<p>&#8220;Namanya aja satu. Ya dia cukup di bilangan ganjil aja. Kalau dia diambil ke bilangan prima, kasihan bilangan ganjil dong,&#8221;kataku.</p>
<p>&#8220;Jadi nggak bisa tidur kalau begini. Lebih baik kita sepakati saja. Bilangan prima itu bilangan sesat. Ayo tidur,&#8221; kau membuat keputusan sendiri dan mengakhiri percakapan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/556/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=556&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2011/11/17/tanpa-kopi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanpa kopi? #1</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2011/11/14/tanpa-kopi/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2011/11/14/tanpa-kopi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 18:42:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[Tengah malam dan hujan. Masih terjaga meski hari ini tanpa kopi. Mengapa tanpa kopi? Aku sendiri agak bingung, bagaimana bisa kulalui sehariku ini tanpa menenggak secangkir kopi. Kopi buatku sudah seperti candu, ada yang kurang bila sehari tak kulakukan. Kopi bagiku tak cuma secangkir kafein penghilang kantuk. Tapi, persinggahan dan peralihan sementaraku dari hiruk pikuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=539&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tengah malam dan hujan. Masih terjaga meski hari ini tanpa kopi. Mengapa tanpa kopi? Aku sendiri agak bingung, bagaimana bisa kulalui sehariku ini tanpa menenggak secangkir kopi. Kopi buatku sudah seperti candu, ada yang kurang bila sehari tak kulakukan.</p>
<p>Kopi bagiku tak cuma secangkir kafein penghilang kantuk. Tapi, persinggahan dan peralihan sementaraku dari hiruk pikuk kenyataan. Sampai suatu ketika aku bertemu denganmu. Candu lain yang mengalihkan cintaku dari secangkir kopi.</p>
<p>Percakapan singkat lewat ponsel itu tak pernah kukira akan sebegini besar dampaknya, merubah kebiasaan dan rutinitasku.</p>
<p>Awalnya, seperti biasa, kau dan aku selalu berdiskusi usai membaca satu buku yang sama. Mulai dari sosok Parangjati di buku Bilangan Fu milik Ayu Utami yang kauanggap terlalu didaktis. Madre mili Dewi Lestari yang bersahaja. Sampai akhirnya percakapan berujung pada kopi.</p>
<p>&#8220;Aku sedang menikmati kegemaran baru. Menikmati black coffee. Kopi tanpa gula. Sudah seminggu,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Ada angin apa ini? Atau habis baca buku terus terinspirasi tokoh Parangjati yang juga minum kopi tanpa gula?,&#8221; tanyaku heran.</p>
<p>&#8220;Enggak. Kebetulan saja. Kemarin saat ngumpul sama temen-temen, muncul bahasan soal great depresion.&#8221;</p>
<p>&#8220;Menteri dalam negeri Amrik menghimbau rakyatnya untuk tidak bergantung pada gula, karena mereka lagi kere,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Ternyata, menikmati kopi tanpa gula itu..ah, susah diungkapkan. Sensasinya lain,&#8221; katamu.</p>
<p>Aku memang penikmat kopi. Kuakui, aku tak sampai mencintai kopi semurni yang kau lakukan seminggu ini. Aku masih tak bisa membiarkan pahitnya menguasai mulut dan lidahku. Dua sendok teh gula, selalu kutambah dalam secangkir kopi sebagai pemanis. Meski begitu, bagiku esensinya sama. Kopi bergula atau tanpa gula, keduanya tetap dari biji kopi.</p>
<p>&#8220;Berarti kita harus coba kopitiam oey, disana tidak cuma bisa minum kopi. Tapi, bisa menikmati cara dan seni minum kopi,&#8221; kataku.</p>
<p>&#8220;Iya, asal maag kamu sembuh. Maag itu musuhnya kopi. Kamu itu sudah tahu punya maag masih minum kopi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku pengen mulai sekarang, kamu ga minum kopi. Kalau kamu pengen minum kopi, jangan sampai aku tahu, atau aku akan marah,&#8221; ancammu.</p>
<p>&#8220;Lho, tiba-tiba kok kasih keputusan begitu. Bagaimana bisa aku tanpa kopi? Aku tahu maag ku sedang kumat, tapi ga gitu juga. Masa harus ga ngopi sih,&#8221; ak menolak.</p>
<p>&#8220;Aku ngelarang karena kamu sudah sakit maag. Sama juga, kamu bisa ngelarang aku merokok kalo aku divonis sakit paru-paru,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Ga perlu tunggu sakit paru kali, rokok itu sudah jelas efeknya lebih gedhe,&#8221; sanggahku.</p>
<p>&#8220;Nafasku saja masih lebih panjang darimu, jadi kamu ga berhak ngelarang aku berhenti merokok,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Ak ga bisa kalau harus ga ngopi, kalau cuma ngurangi&#8230;emm, mungkin masih bisa kulakukan..&#8221;</p>
<p>Belum selesai kuucapkan, kau ambil ditengah percakapan.</p>
<p>&#8220;Kamu sudah sepakat ngurangi kopi ya. Tanpa syarat aku juga harus lakukan ngurangi rokok,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Lho, belum selesai kalimatku. Aku mau asal kamu juga lakukan itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ijab itu harus diucap tanpa putus. Semesta sudah mencatat. Jadi tidak ada syarat resiprokal. Kamu akan kurangi kopi,&#8221; katamu.</p>
<p>&#8220;Apa ini, rasanya seperti kena vonis pengadilan aja. Berdebat sama jaksa penuntut umum,&#8221; kataku.</p>
<p>&#8220;Sudah ya, sah. Kamu akan mengurangi minum kopi tanpa aku harus mengurangi rokok. Sepakat. Selamat tidur,&#8221; katamu menutup percakapan.</p>
<p>Masih belum bisa kubayangkan, hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya, aku akan merindukan pahit manis kopi bergulaku. Dan sampai harus mumpet untuk menikmatinya. Rasanya, minum kopi seperti melakukan tindak kriminal saja.</p>
<p>&#8220;Sepertinya, besok aku harus ajukan banding,&#8221; batinku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=539&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2011/11/14/tanpa-kopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mencari tempat sampah</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2011/01/20/mencari-tempat-sampah/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2011/01/20/mencari-tempat-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 12:46:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[berputar mengelilingi kota ini sendiri. berharap menemukan tempat yang kutuju. tempat sampah untuk bisa membuang lelah, penat, sedih, tangis dan marah ini. berkilometer kulalui, dari gelap hingga terang. kemana semua ini bisa kubagi? kadang seorang tak sadar ketika ternyata ia sangat dibutuhkan. ajakan makan tak melulu untuk cari kenyang. basa basi itu kadang diperlukan. untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=515&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>berputar mengelilingi kota ini sendiri. berharap menemukan tempat yang kutuju. tempat sampah untuk bisa membuang lelah, penat, sedih, tangis dan marah ini. berkilometer kulalui, dari gelap hingga terang. kemana semua ini bisa kubagi? kadang seorang tak sadar ketika ternyata ia sangat dibutuhkan.</p>
<p>ajakan makan tak melulu untuk cari kenyang. basa basi itu kadang diperlukan. untuk melihat seberapa banyak waktu dan perhatian yang diberikan.</p>
<p>berharap pada apa? bertanya pada siapa? akhirnya hanya bertumpu pada diri sendiri. lengan ini terpaksa kulipat untuk kujadikan sandaran kepalaku. tangan ini sendiri yang mengusap peluh dan iluh. kaki ini sendiri yang akhirnya berusaha kuat untuk berdiri dan berlari.</p>
<p>dalam ketiadaan dan ambang keputusasaan, berpikir tentang seandainya yang enggan menjadi nyata. tanya ini bisa kutujukan pada siapa?</p>
<p>lelah ini belum terhapuskan. tangis ini belum tuntas. marah ini belum terlontarkan. sedih ini semakin menyedihkan.</p>
<p>ingin bersembunyi dan berharap ditemukan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=515&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2011/01/20/mencari-tempat-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persetan dengan peMAKLUMan.</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2011/01/18/persetan-dengan-pemakluman/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2011/01/18/persetan-dengan-pemakluman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 11:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[ketika ternyata sesuatu tak berjalan sesuai apa yang dimau, yang tersisa hanya sebuah PEMAKLUMAN. Maklum..maklum..dan maklum. Kata itu yang mudah saya ucapkan tapi tak mudah saya lakukan. PeMAKLUMan itu seperti apa? Cukup dengan menganggukkan kepala tapi hati dongkol setengah mati? Atau berpura-pura seolah semua baik-baik saja? Apakah pernah MAKLUM itu juga melakukan peMAKLUMan? Atau lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=513&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ketika ternyata sesuatu tak berjalan sesuai apa yang dimau, yang tersisa hanya sebuah PEMAKLUMAN.</p>
<p>Maklum..maklum..dan maklum. Kata itu yang mudah saya ucapkan tapi tak mudah saya lakukan. PeMAKLUMan itu seperti apa? Cukup dengan menganggukkan kepala tapi hati dongkol setengah mati? Atau berpura-pura seolah semua baik-baik saja?</p>
<p>Apakah pernah MAKLUM itu juga melakukan peMAKLUMan? Atau lagi lagi itu semua cuma retorika untuk melegakan diri sendiri?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/513/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=513&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2011/01/18/persetan-dengan-pemakluman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>selamat jalan, Pak.</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2010/11/02/selamat-jalan-pak/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2010/11/02/selamat-jalan-pak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Nov 2010 13:13:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[Tidak pernah terbayangkan, hari itu mendapat kabar yang amat mengejutkan. Seorang teman yang selama dirantau juga menjadi sosok bapak. Belum habis tangis ini setelah sekian musibah yang saya alami, kini harus kembali mendengar kabar yang teramat sangat perih. Saya kehilangan&#8230;kembali kehilangan. Masih teringat, saat masih menjadi anak buah beliau di desk Lapsus, tak pernah sekalipun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=488&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak pernah terbayangkan, hari itu mendapat kabar yang amat mengejutkan. Seorang teman yang selama dirantau juga menjadi sosok bapak. Belum habis tangis ini setelah sekian musibah yang saya alami, kini harus kembali mendengar kabar yang teramat sangat perih. Saya kehilangan&#8230;kembali kehilangan.</p>
<p>Masih teringat, saat masih menjadi anak buah beliau di desk Lapsus, tak pernah sekalipun saya kena marah. Setiap kali, ia hanya tersenyum. Kadang, saya bingung untuk memaknai senyum itu. Apakah senyum kecewa, senyum marah atau senyum yang lain. Tiap kali saya tanyapun, ia tak pernah menjawab dan lagi-lagi cuma ia balas dengan senyuman.</p>
<p>&#8220;Kenapa Paksus? Kok senyum-senyum&#8230;? Berita saya kurang ya? Atau tidak sesuai sama yang Bapak mau?&#8221;kataku setiap selesai mengirimkan naskah.</p>
<p>&#8220;Enggak, Intan&#8230;Bagus kok,&#8221; lagi-lagi Bapak jawab dengan senyum.</p>
<p>Padahal saya tahu, kadang saya melakukan yang tak sesuai harapannya. Tapi, ia menyampaikan dengan caranya sendiri. Memang, belum lama saya kenal dekat dengan sosok Paksus. Namun, seringnya kami berkomunikasi lewat SMS, Chatting bahkan balas membalas wall di facebook, membuat saya merasa sudah kenal lebih lama.</p>
<p>Pernah suatu ketika, ia bilang untuk menjaga jarak. Pertimbangannya, banyak orang yang kurang suka dengan sosoknya dan ia khawatir saya juga bakal kena imbasnya.</p>
<p>&#8220;Ga papa, Pak. Hak saya untuk berteman dan dekat dengan siapa. Saya tak terlalu peduli dengan pendapat orang. Saya hanya melakukan yang saya yakini benar, itu saja,&#8221;jawabku.</p>
<p>Saya banyak belajar tentang hidup dan kehidupan bersama beliau. Belum lama, ia mengingatkan saya untuk lebih banyak beribadah dan menambah yang wajib dengan yang sunah. Bahkan, beliau sempat menegur saya karena saya tak menepati janji untuk khatam Al-Quran saat Ramadan lalu.</p>
<p>&#8220;Kok bisa? Kebanyakan main itu, Ntan. Masa ga disempetin,&#8221; kata Paksus.</p>
<p>Seakan tahu apa yang saya pikirkan, seakan tahu apa yang saya rasakan, di tengah obrolan lewat chatting, Paksus selalu menyelipkan pertanyaan menjebak dan saya selalu terjebak.</p>
<p>Meski tak pernah sekalipun saya ceritakan tentang persoalan dan masalah yang saya hadapi, Paksus selalu memberi solusi dan selalu tepat.</p>
<p>Masih hangat dalam ingatan, saat nongkrong bersama Paksus dan beberapa teman yang lain. Mulai dari cafe mahal sampai angkringan. Rumah Coklat, Kedai Kopi, Kopitiam, Angkringan Lek Min, Soto Gadjah Mada, Sate Yu Surat, Kopitiam dan masih ada beberapa tempat lain yang saya lupa namanya.</p>
<p>Masih ingat betul, setiap kali makan, Paksus selalu berkomentar akan masakan. Kurang inilah, kurang itulah, bahkan tanpa segan langsung komplain ke pelayan. Bahkan, hampir tak pernah ia membayar di kasir. Lebih sering ia minta pelayan mengantarkan nota tagihan.Sering juga saya risih dan mengingatkan, tapi ya begitulah&#8230;Paksus itu ngeyel. Sama ngeyelnya dengan saya.</p>
<p>Selalu, Paksus kami minta untuk membayar semua tagihan dan ia tak pernah mengeluh. Manut saja, seperti dimanjakan oleh bapak sendiri.</p>
<p>Berdebat, Paksus memang punya hobi berdebat. Kalau sudah menyangkut hal-hal prinsipil, ia akan menggebu-gebu dan tak mau kalah. Tapi itulah, meskipun kadang saya rasa ada beberapa yang saya pikir tidak pas, tapi cara ngeles beliau sangat masuk akal. Sehingga pada akhirnya, saya bisa terima.</p>
<p>Ketika berdebat dan saya juga tak mau kalah, Paksus selalu bilang &#8220;Dasar cah ngeyel!!&#8221; Kata-kata itu yang saya rindukan.</p>
<p>Masih terbayang, kebiasaannya sebelum rapat, ia berjalan menuju balkon dengan rokok dan handphone, sambil menoleh ke meja saya dan tersenyum. Juga, masih seperti mimpi ketika di musholla kantor tak temui sosoknya menjadi imam.</p>
<p>Bahkan, menjadi lucu ketika Paksus bertanya kapan saya menikah. Entah, apa yang dipikirannya saat itu. Hanya saja, meski tak pernah bertanya saya sedang menjalin hubungan dengan pria atau tidak. Ia juga tak pernah bertanya dengan siapa saya sedang menjalin hubungan, selalu ia bujuk saya untuk segera menikah.</p>
<p>&#8220;Jo kesuwen pacaran, ra apik,&#8221; SMS terakhir darinya yang masih saya simpan.</p>
<p>Yang cukup saya sesalkan, seminggu terakhir saya tak sempat bertemu dengannya. Tak sempat saya bercerita, tak sempat saya berterima kasih dan tak sempat saya meminta maaf.</p>
<p>Pasti akan sangat saya rindukan. Akan sangat saya rindukan&#8230;</p>
<p>Selamat jalan, Pak&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=488&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2010/11/02/selamat-jalan-pak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>akhirnya, si bocah itu&#8230;</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2010/10/13/akhirnya-si-bocah-itu/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2010/10/13/akhirnya-si-bocah-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 15:26:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[tak biasanya, bocah itu berbagi cerita soal kebimbangannya tentang hidup padaku. biasanya, ia-yang kuanggap bocah ingusan- itu terlihat tak pernah punya beban. bahkan, bisa dibilang si bocah ini hampir kupikir tak peka terhadap diri dan sekitarnya. &#160; tapi malam ini, bocah yang kuanggap ingusan ini terlihat lebih dewasa. baru kali ini, so bocah terlihat peduli [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=467&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tak biasanya, bocah itu berbagi cerita soal kebimbangannya tentang  hidup padaku. biasanya, ia-yang kuanggap bocah ingusan- itu terlihat tak  pernah punya beban. bahkan, bisa dibilang si bocah ini hampir kupikir  tak peka terhadap diri dan sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>tapi malam ini,  bocah yang kuanggap ingusan ini terlihat lebih dewasa. baru kali ini, so  bocah terlihat peduli akan diri dan masa depannya.</p>
<p>aku terkejut  saat ia menyuruhku menelponnya jam9 malam. tumben saja, biasanya untuk  sms atau balas sms-ku pun, si bocah ini ogah-ogahan.</p>
<p>dari suaranya  malam itu, ia terdengar bergetar. ia berbicara soal kekhawatirannya  pada masa depan. ia, si bocah yang mengakui kemampuannya yang nyaris  pas-pasan ini pun punya cita-cita.</p>
<p>ia takut pada apa yang akan ia hadapi nanti. ia takut akan kegagalan yang selalu membayangi dan membatasi ruang pikirnya.</p>
<p>&#8220;Aku harus gimana,mbak?&#8221; katanya malam itu.</p>
<p>bocah yang ditakdirkan lahir menjadi adikku ini, baru sekali ini minta pendapatku.</p>
<p>aku terharu.hingga untuk menjawab pertanyaannya saja aku bingung dan perlu beberapa menit untuk berpikir.</p>
<p>si  bocah kecil ini sudah besar rupanya. tak kusangka dia bisa bertahan  hingga saat ini dengan keterbatasan dan kekurangan yang ia punya sejak  bayi.aku bersyukur. amat sangat bersyukur.</p>
<p>selama ini, aku terlalu  sibuk dengan duniaku hingga nyaris tak ada waktunya untuknya. hingga  aku tak sadari, ternyata si bocah ini juga sedang bimbang.</p>
<p>&#8220;aku minta solusi, mbak&#8230;&#8221; tanyanya lagi.</p>
<p>setelah  berpikir panjang, memilih kata yang tepat agar mudah ia paham, akhirnya  kusampaikan padanya yang kuharap menjadi jawabannya buatnya.</p>
<p>&#8220;berjuang sungguh-sungguh,cil. mbak bakal ada buatmu, sekarang dan seterusnya.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=467&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2010/10/13/akhirnya-si-bocah-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sendiri atau bersama</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/30/sendiri-atau-bersama/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/30/sendiri-atau-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 14:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=454</guid>
		<description><![CDATA[ini bukan sekadar mengisi waktu luang. buatku lebih dari sekadar bersenang-senang. hanya mencoba untuk membuat sesuatu tidak menjadi sia-sia dan percuma. hari yang kulalui dan yang kulewatkan bukan tanpa makna. sendiri atau bersama. yang membedakan hanya dengan siapa aku berbagi cerita. tak semua hal bisa kubagi. tapi itu dulu. orang datang&#8230;orang pergi&#8230; datang&#8230;lalu pergi lagi&#8230; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=454&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ini bukan sekadar mengisi waktu luang. buatku lebih dari sekadar bersenang-senang. hanya mencoba untuk membuat sesuatu tidak menjadi sia-sia dan percuma. hari yang kulalui dan yang kulewatkan bukan tanpa makna. sendiri atau bersama. yang membedakan hanya dengan siapa aku berbagi cerita.</p>
<p>tak semua hal bisa kubagi. tapi itu dulu.</p>
<p>orang datang&#8230;orang pergi&#8230;</p>
<p>datang&#8230;lalu pergi lagi&#8230;</p>
<p>bukan hal yang aneh. begitulah, semua sesungguhnya hadir dari sebuah ketiadaan lalu menjadi ada dengan satu kalimat ajaib.</p>
<p>orang bertanya padaku, mengapa harus bertemu jika akhirnya harus berpisah?</p>
<p>aku bilang, lebih baik pernah bertemu lalu menjadi cerita yang bisa dikenang daripada meninggalkan sesuatu yang kosong tanpa kesan.</p>
<p>memang tak ada sesuatu di dunia ini yang akan kekal. tapi paling tidak, akan menjadi lebih bermakna jika ada cerita yang bisa diingat lalu diceritakan kembali. mungkin menjadi tak menarik sekarang, tapi belum tentu cerita itu menjadi usang esok atau masa yang akan datang.</p>
<p>dari sekian ruang yang ada dan tersisa di benak dan di lubuk hati, sisakan itu untukku&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/454/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/454/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/454/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=454&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/30/sendiri-atau-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>apa lagi&#8230;</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/26/apa-lagi/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/26/apa-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 14:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[kurang&#8230;kurang&#8230;rasanya masih kurang. ingin lebih&#8230;lebih&#8230;lebih&#8230;dan lebih lagi. tahu, apa komentar mereka? mereka bilang &#8220;manusia&#8230;manusia&#8221; aku bilang, lalu kenapa kalau manusia? menjadi manusia bukan alasan untuk suatu ketidakpuasan. aku memang tak pernah puas. dan aku tak mau menjadikan &#8220;keakuanku sebagai manusia&#8221; sebagai alasan. aku memang tak pernah ingin berhenti sebelum kudapat yang kumau. mereka bilang aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=451&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kurang&#8230;kurang&#8230;rasanya masih kurang. ingin lebih&#8230;lebih&#8230;lebih&#8230;dan lebih lagi.</p>
<p>tahu, apa komentar mereka? mereka bilang &#8220;manusia&#8230;manusia&#8221;</p>
<p>aku bilang, lalu kenapa kalau manusia? menjadi manusia bukan alasan untuk suatu ketidakpuasan.</p>
<p>aku memang tak pernah puas. dan aku tak mau menjadikan &#8220;keakuanku sebagai manusia&#8221; sebagai alasan.</p>
<p>aku memang tak pernah ingin berhenti sebelum kudapat yang kumau. mereka bilang aku menakutkan.aku bilang aku tidak. aku hanya mengikuti naluri saja.dan baru akan berhenti, jika aku mati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=451&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/26/apa-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ngelantur.</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/13/ngelantur/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/13/ngelantur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 20:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[tak ada yang aneh dengan apa yang biasa disebut kenyataan. semakin tidak aneh ketika apa yang disebut kenyataan itu sudah saya tahu dan menjadi pemakluman.  lalu apanya yang aneh sehingga harus kubahas? pertanyaan itu juga yang muncul dalam otakku. apanya yang aneh? lagi-lagi bertanya lalu menjawab sendiri. yah&#8230;karena memang aku sudah tahu jawaban dari pertanyaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=446&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>tak ada yang aneh dengan apa yang biasa disebut kenyataan. semakin tidak aneh ketika apa yang disebut kenyataan itu sudah saya tahu dan menjadi pemakluman.  lalu apanya yang aneh sehingga harus kubahas? pertanyaan itu juga yang muncul dalam otakku. apanya yang aneh? lagi-lagi bertanya lalu menjawab sendiri. yah&#8230;karena memang aku sudah tahu jawaban dari pertanyaan yang belum kubuat.</p>
<p>bagiku, seharusnya ini lumrah. seharusnya menjadi sunguh sangat lumrah. ini sudah semestinya. sudah sewajarnya terjadi seperti ini.</p>
<p>lagi-lagi aku membuat diriku sendiri terbelenggu dalam perasaan dan pikiran yang tak penting. perasaan dan pikiran yang seharusnya tidak perlu dan tidak pernah ada.</p>
<p>bukannya jenuh bukannya jengah, hanya saja waktu kurasa semakin dekat. waktu yang sudah kuperkirakan. waktu yang sudah bisa kubayangkan kira-kira apa yang akan terjadi dan kualami. tinggal tunggu waktu, mungkin begitu lebih tepat.</p>
<p>masalahnya hanya ada pada penyangkalan yang terlanjur kubuat. penyangkalan tentang APA-APA menjadi TIDAK APA-APA. padahal sudah sejak awal keTIDAK APA-APAan itu adalah APA-APA.</p>
<p>semakin ngelantur dengan ketidakwarasan yang seharusnya tak kupelihara. aih, sudah saatnya mendekat ke laut, meneriakkan semua agar lebur disapu debur ombak. sudah&#8230;sudah&#8230;anggap saja aku sedang sakaw akibat candu yang kuhisap malam ini. anggap saja aku sedang tidak waras. karena biasanya, ketika semua dalam ketidakwarasan, akan muncul sebagai pemakluman.</p>
<p>sudahlah&#8230;kucukupkan saja omongan ngalor ngidul yang tak mutu ini&#8230;hahahaha&#8230;kucoba balut saja dengan ketawa ngakak yang aku sendiri tak tahu bagaimana bisa menciptakan kelucuan yang membuatku mampu terbahak. tak perlu kau pikirkan omonganku pagi ini, karena semakin kau ingin tahu, semakin kau tidak tahu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=446&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2010/09/13/ngelantur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>anak bawang</title>
		<link>http://mewmiong.wordpress.com/2010/07/07/anak-bawang/</link>
		<comments>http://mewmiong.wordpress.com/2010/07/07/anak-bawang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 12:28:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mewmiong</dc:creator>
				<category><![CDATA[my daily diary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mewmiong.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Lucu. Lagi-lagi malam ini aku temukan guyonan di angkringan depan. Aku yang masih dianggap anak bawang dan ingusan ini, justru merasa geli melihat obrolan mereka yang merasa menjadi &#8216;senior&#8217;ku. Tema angkringan kali ini adalah tanggung jawab dan komitmen. Lagi-lagi aku merasa lucu. Senyum ini sudah mewakili tawa yang kemekelen di dalam hati. Masih tak jauh-jauh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=400&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lucu. Lagi-lagi malam ini aku temukan guyonan di angkringan depan. Aku yang masih dianggap anak bawang dan ingusan ini, justru merasa geli melihat obrolan mereka yang merasa menjadi &#8216;senior&#8217;ku. Tema angkringan kali ini adalah tanggung jawab dan komitmen.</p>
<p>Lagi-lagi aku merasa lucu. Senyum ini sudah mewakili tawa yang kemekelen di dalam hati. Masih tak jauh-jauh tentang keluh dan kesah. Bicara soal hak dan kewajiban justru tak akan ada habisnya. Aku ambil kesimpulan, semakin merasa seseorang hebat dan berpengalaman justru dirinya sedang mengalami kemunduran.</p>
<p>Kali ini, aku memainkan peran anak bawang sebagai pendengar. Jujur, sebenarnya aku tak ada waktu untuk terlibat jauh pada masalah orang lain. Hanya mendengar. Itu saja yang bisa kulakukan.</p>
<p>Lagi-lagi, aku berusaha memerankan lakon yang mereka tentukan tanpa rembugan dulu denganku. Heran, atas dasar apa aku dipilih untuk melakonkan si anak bawang. Apa karena usiaku yang paling muda? Atau karena mereka lebih lama dan berpengalaman? Bagiku, <em>kui ramutu</em>.</p>
<p>Seorang teman pernah bilang, kemampuan seseorang tak bisa diukur berdasar usia melainkan kapabilitas. Nah, yang ini aku setuju. Apa gunanya tua dan berumur jika tak mampu melaksanakan komitmen dengan diri sendiri?</p>
<p>Tawaran diterima. Otomatis, sudah diterima pula embel-embel lain didalamnya, inilah yang kusebut resiko. Sekali ini, maaf-maaf saja, aku gagal perankan lakon yang kau mau, aku bukan anak bawang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mewmiong.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mewmiong.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mewmiong.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mewmiong.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mewmiong.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mewmiong.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mewmiong.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mewmiong.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mewmiong.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mewmiong.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mewmiong.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mewmiong.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mewmiong.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mewmiong.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mewmiong.wordpress.com&amp;blog=1730323&amp;post=400&amp;subd=mewmiong&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mewmiong.wordpress.com/2010/07/07/anak-bawang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3a9c6d8fddcc62b9289e816341176eac?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">mewmiong</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
